Selasa, 24 Februari 2015

0

BERSYUKUR SETIAP SAAT



BERSYUKUR SETIAP SAAT

Nama ku                      : Roesma Fakihhana Fiddin
Nomer Peserta ku       : 13101072

                Dari begitu bangun pagi di kamarku lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur? Awunngkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari? Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur di dalam hati? Berapa kali saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak praktis kedengaranya? Kok ya aneh mengucapkab terima kasih sampai puluhan kali san satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabanya mudah saja: dengan berterima kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bersih.
                Denga selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan.
Maka, semua perbuatan kita di dasari oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personifikasi dari sukses. Lantas, sampai kapan perlu mengucapkan terima ksih dan bersyukur berpiluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak praktis, mungkin ada yang berrpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan bersyukur toh tidak memerlukan modal uang maupun sumberdaya apa pun. Intinya hanya satu “pahala” yang Anda akan dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan berubah dalam sekejap yang jelas, jangan mengucapkan terima kasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakn jembatan kita ke dalam hati orang itu.
                “Terima kasih “ tidak akan pernah ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum lebar san hati yang sedikit lembut dari pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit yang bisa membantu kita semua dalam memproyeksikan diri yang sukses keluar. Jadi, jika ada keragu-raguan dan ke-engganan untuk berterima kasih dan bersyukur dalam skala dan frekuaensi luar biasa, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk menjadi personifikasi dari sukses iti sendiri. Amammiiin …

0 komentar: