BERSYUKUR SETIAP SAAT
BERSYUKUR SETIAP SAAT
Nama ku : Roesma Fakihhana Fiddin
Nomer Peserta ku : 13101072
Dari
begitu bangun pagi di kamarku lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah
berapa kali saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur? Awunngkin sudah lima
kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari? Berapa kali saya berterima kasih dan
bersyukur di dalam hati? Berapa kali saya ucapkan dengan lantang bersuara
dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena
tidak saya hitung.
Tidak praktis kedengaranya? Kok ya aneh mengucapkab terima
kasih sampai puluhan kali san satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabanya mudah
saja: dengan berterima kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif
dari segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi
semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam
hitam kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bersih.
Denga selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita
mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan.
Maka,
semua perbuatan kita di dasari oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita
sebagai personifikasi dari sukses. Lantas,
sampai kapan perlu mengucapkan terima ksih dan bersyukur berpiluh-puluh kali
tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak
praktis, mungkin ada yang berrpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak
mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah mindset
(pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut
orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan
bersyukur toh tidak memerlukan modal uang maupun sumberdaya apa pun. Intinya hanya
satu “pahala” yang Anda akan dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pula
mengharap nasib akan berubah dalam sekejap yang jelas, jangan mengucapkan
terima kasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung
saja sudah merupakn jembatan kita ke dalam hati orang itu.
“Terima kasih “
tidak akan pernah ditolak oleh
orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum lebar san hati yang sedikit
lembut dari pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit yang bisa membantu
kita semua dalam memproyeksikan diri yang sukses keluar. Jadi, jika ada
keragu-raguan dan ke-engganan untuk berterima kasih dan bersyukur dalam skala
dan frekuaensi luar biasa, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk menjadi
personifikasi dari sukses iti sendiri. Amammiiin …








0 komentar: